Masih ingat hacker bocah asal Indonesia yang membobol situs NASA? Begini sekarang kondisinya



Sekitar satu tahun yang lalu anak muda bernama Putra aji 
adhari yang masih berumur 15 tahun, sempat menggegerkan Indonesia bahkan sampai manca negara. Pasalnya anak ini berhasil masuk ke sistem NASA US. Kita tahu NASA sendiri adalah badan penerbangan dan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat yang tidak sembarangan orang bisa masuk kesitu bahkan untuk meretas situs webnya pun tidaklah gampang dan memerlukan tehnik yang sulit.

Namun saat itu Putra sedang ingin coba-coba melakukan penetration testing pada situs NASA dan betapa terkejutnya ia, yang ternyata berhasil masuk ke sistem NASA. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terduga dan berharga bagi Putra. Ia sendiripun sebelumnya juga tidak mengira kalau dia akan menemukan celah di situs NASA 

Selain itu juga, Putra juga sudah meretas ratusan situs dalam /luar negeri namun ia tak ingin menyalahgunakan kemampuanya ini dengan merusak sistem atau cyber crime lainya dan ia memilih untuk menjadi "BUG HUNTER".
Bug Hunter sendiri adalah sebuah kegiatan hacking yang bertujuan untuk menemukan kelemahan atau celah di suatu situs, perangkat, atau aplikasi, setelah ditemukanya celah maka hacker akan memberitahu developer kelemahanya lalu dia akan mendapat bayaran dari situ. 

Kejatuh cintaanya dalam bidang hacking bermula dari keiingintahuanya progamming tentang game, dan dari situ ia mulai belajar otodidak dari internet sedikit demi sedikit, selain itu ia juga terinspirasi dari mark zuckerberg.

Kemampuanya di bidang hacking bahkan diakui oleh Onno w Purbo, Bug hunter indonesia. Dia mengatakan bahwa sangat sulit mendapatkan Bug hunter di Indonesia

Namun sangat disayangkan saat ini kondisi anak ini sedang mengalami kiritis setelah dikeroyok beberapa orang tak dikenal, tanpa alasan yang jelas. Dan sekarang sedang terbaring  di rumah sakit

Kronologinya sendiri juga masih belum tahu persis seperti apa.
Sementara itu keluarga baru dihubungi saat dini hari pada 22 Juli kemarin yang tentu saja membuat keluarga korban sangat terpukul mendengar anaknya terbaring di rumah sakit karena korban pengeroyokan. melihat kejadian keluarga menyerahkan kasus ini dan kepada pihak berwajib

Dilansir dari kompas.com bahwa polisi sudah mengamankan 1 pelaku yang identitasnya disembunyikan dan diduga motifnya adalah kenakalan remaja seperti tawuran antar sekolah.  Sementara itu pelaku lainya diduga kabur keluar kota bahkan pulau. 

Keluarga korban berharap agar polisi bisa menangani kasus ini secepatnya. 

Selain itu juga keluarga juga mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk biaya operasi yang mencapai 200 Juta.

Diberitakan bahwa Putra mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, khususnya di bagian kepalanya yang paling parah. Dokter mengatakan ada yang retak di bagian tempurung kepalanya dan harus diangkat supaya tidak menghambat darah.

Walaupun sampai saat ini bantuan dari teman dan kerabatnya terus berdatangan namun 200 juta tetaplah biaya yang besar bagi keluarganya. Keluarga juga berharap agar operasi ini berhasil dan Putra bisa segera kembali normal.


Melihat potensi Putra yang sudah menonjol, sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menjaga aset SDM satu ini. Jika kita lihat kebanyakan anak-anak sekarang hanya menghabiskan waktu yang tidak berguna dan mungkin di masa depan jika seperti ini terus Indonesia akan kekurangan SDM dari dalam negeri. Maka dari itu anak-anak seperti Putra harus dijaga dengan baik oleh Negeri ini pasalnya dengan begitu akan memotivasi anak lainya untuk turut ikut mengasah ilmu dan bakatnya sehingga berguna untuk bangsa.


Komentar

Archive

Formulir Kontak

Kirim