SIRAWANG.COM: Cerita Inspirasi dibalik suksesnya Bakso Sony Lampung expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Monday, March 4, 2019

Cerita Inspirasi dibalik suksesnya Bakso Sony Lampung

Baso soni, memiliki daya tarik tersendiri,   karena memang rasanya yang khas dan enak. Serat-serat adonan basonya asli mantul banget. 


Hanya saja baru tadi siang ada kisah menarik tentang suksesnya baso ini.

Siang tadi seorang Coach mengisahkan kepada kami, peserta training bisnis mikro. Beliau bercerita bahwa Pak Soni adalah alumni dari pesantren di Jawa Timur. Usai menuntaskan perburuan ilmu agamanya, maka kyainya memberikan modal utk berwiraswasta di daerah Lampung. Akhirnya Pak Soni berdakwah ke Lampung sambil berdagang kain.
Di putaran modal pertama hingga ke delapan  usaha kainya cukup lancar. Namun menginjak putaran kesembilan mulai rugi, kesepuluh mulai bangkrut dan kesebelas mulai minanggalkan banyak utang…..usaha kainya bangkrut total. Pak soni nyaris tak punya apa apa alias miskin papa. Tidak terfikir untuk pulang kampung. Apalagi bertemu sang kyai tercinta. Malu tentunya.
Rasa lapar yang melilitnya seolah olah menyeret nyeret langkah kakinya menuju tempat sampah disamping rumah makan padang. Sedang mengais sisa sisa sampah lauk pauk, tiba tiba.......
"Hai budak......" (panggilan utk anak anak bujang didaerah Lampung) seru Bapak pemilik rumah makan padang itu, "Kalau kamu orang mau makan, minta saja kedalam. Kenapa kamu orang menghinakan diri mengais sisa makanan ditempat sampah!"
"Terimakasih Bapak" ujar pak soni sambil membungkuk sopan. "Begini Pak, kalau saya meminta berarti tangan saya dibawah. Dan itu sebuah kehinaan. Saya lebih baik mengais dengan tangan masih diatas" Kilahnya mantap.
Sejenak bapak pemilik rumah makan itu sudah menerka, "Ini orang sebenarnya luar biasa, pemuda yang punya prinsip" batinnya. "Begini saja, lebih baik kamu kerja sama saya. Jadi tukang cuci piring, bagaimana? Mau?" Tawar si pemilik rumah makan.Tanpa pikir panjang Pak Soni menerima pekerjaan tersebut.
Akhirnya Pak Soni bekerja sebagai tukang cuci piring. Karena dari pondok, saat waktu shalat tiba profesi Pak Soni seketika jadi muadzin, tukang adzan. Karena dari pondok suara adzannya merdu. Membuat pemilik rumah makan itu, para karyawannya dan warga sekitar terhanyut dalam suasana religius nan syahdu ketika menyimak adzan Pak Soni.
Begitupun ketika imam rawatib berhalangan hadir, maka Pak Soni menjadi imam shalat. Kembali jamaah mushala itu hanyut dalam lantunan suara merdu Pak Soni. Bahkan Imam rawatibnya menyerahkan jabatan imam tetap kepada Pak Soni. Maklum Pak Soni memang dari pesantren.
Bukan hanya itu, rupanya pak imam yang seorang kyai dan memiliki usaha bakso  juga memberi kesempatan kepada Pak Soni untuk membantu bisnis basonya. Pak Soni awalnya belajar dari  membuat bakso dan layaknya pekerja bawahan, tapi beliau lakukan degan sungguh sungguh dan penuh semangat . Hari demi hari  semakin bersemangat dalam mengelola bisnis bakso tersebut. Termasuk apa saja yang diamanahkan pada dirinya dia kelola dengan baik. Prinsip kerjanya; 'Kerjakan Semaksimal Mungkin,- Allah akan membalasnya'. 
Kesuksesan bakso hari demi hari semakin terasakan , rasanya euunak dan semakin laris. Sang imam owner bakso semakin lama semakin tau dan singkat cerita akhirnya wafat. Beliau menyerahkan bisnis bakso tersebut kepada Pak Soni. Didalam kepemimpinan beliau yang didasari oleh nilai-nilai islam maka bakso “Soni” semakin jaya di Lampung dan sekitarnya. Untuk membuat kualitas bakso maksimal beliau mendatangkan mesin dari Jerman, untuk kestabilan supply daging beliau membuat peternakan sapi sendiri dan sekarang Alhamdulillah setiap hari tidak kurang 10 sapi disembelih untuk memenuhi kebutuhan pelangganya…
Pak Soni kini menjadi juragan baso yang terkenal di wilayah Lampung dan sekitarnya. Sudah tersebar 17 cabang. Rasanya mantap betul(mantul)..coba saja.
Apa ibrah dibalik kisah ini…?

Selalu ada titik nadzir dibalik kesuksesan seseorang. Titik dimana dia hanya betul betul tawakkal, bergantung dan pasrah hanya kepada Allah semata. Karena memang tidak punya apa-apa lagi.
Harga diri, inilah yang mengangkat derajat seseorang dimata Allah dan hambanya. Pantang bagi seorang muslim meminta minta.
Kerja yang maksimal, ini prinsip pendiri Baso Soni. Amanah, jujur, tak lupa ibadah, syukur dan gemar bersedekah. Akhirnya berkah sampai sukses dunia-akherat.
Semoga bermanfaat.
Lampung, 24 Februari 2019
Ki Rahmat
Pengurus DPW Pengusaha Islam Bersatu (PITU) Lampung

Source : Sanwani

Follow by Email

Popular Posts

adv