SIRAWANG.COM: 3 Cara Manfaatkan Feedback Followers untuk Olshop expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Monday, March 18, 2019

3 Cara Manfaatkan Feedback Followers untuk Olshop

Sudahkah kamu menggunakan UGC untuk brand? Atau ada diantara kalian yang belum memahami bagaimana mengeksplorasi UGC? Saat menggunakan Instagram sebagai media promosi bisnis, menggunakan User Generated Content (UGC) adalah cara populer untuk menciptakan keterlibatan audiens di media sosial.

User Generated Content adalah konten yang dihasilkan dari user atau pengguna. UGC telah menjadi fokus bagi banyak brand terkenal. UGC mempunyai banyak keuntungan bagi sebuah brand yang berhasil memasukkan ke dalam kampanye pemasaran media sosial. Bahkan bisa menjadi hal yang relatif mudah berbagi dengan seluruh audiens.

Brand yang telah menggunakan UGC adalah BuzzFeed, Reddit, 9Gag, Upworthy, dan Huffington Post. Tak hanya itu, 77 % konten yang diposting oleh AirBnb di tahun 2016 di Instagram adalah konten yang dibuat pengguna dan hasilnya tidak mengejutkan. Hasilnya 80% keterlibatan Instagram AirBnB didorong oleh konten yang dibuat pengguna.

Kenapa konten buatan pengguna begitu disukai? Keberhasilan konten yang dibuat oleh pengguna ini disebabkan konsumen yang sudah bosan dengan iklan. Faktanya, saat ini konsumen semakin kebal terhadap iklan dan teknik-teknik pemasaran lama. Pemilik brand tak lagi cukup sekadar menggembar-gemborkan betapa bagus dan hebatnya produk.

Bercermin dari pengalaman brand terkenal, kamu juga bisa memanfaatkan UGC pada media sosial agar memudahkan marketing brand kamu sendiri. Activfans akan memberikan 3 cara gunakan UGC untuk marketing bisnis online. Cek ulasannya berikut ini.

1. Biarkan Pelanggan Berbicara

Photo by Lan Pham on Unsplash

Sekarang ini, pembeli mempercayai konten dari pembeli lain lebih dari konten bermerek karena tampil lebih jujur dan dapat diandalkan.

“Faktanya, 88% konsumen mempercayai ulasan online sebanyak rekomendasi pribadi.”

Tidak ada salahnya menampilkan betapa bahagianya pelanggan setelah menggunakan produk kamu. Hal ini bisa ditampilkan dalam bentuk ulasan, foto, dan video pelanggan. Konten yang dibuat pengguna ini pun dapat dibagikan di berbagai saluran, termasuk email ke pelanggan, saluran media sosial, dan di situs web kamu.

Perusahaan pakaian dalam, ThirdLove menampilkan ulasan dari pelanggan di situs web dan email. UGC seperti ini dapat mengurangi pertanyaan atau keraguan mengenai produk. Semakin banyak orang yang membaca pengalaman positif dan informasi yang relevan tentang produk Anda, semakin besar kemungkinan mereka untuk mempercayai brand kamu.

2. Libatkan Pelanggan

Salah satu kampanye UGC yang paling terkenal adalah Starbucks White Cup Contest yang mendorong pelanggan Starbucks untuk mendesain gelas putih khas mereka dan membagikannya di media sosial dengan tagar #WhiteCupContest. Desain pemenang akan diproduksi oleh Starbucks sebagai cangkir plastik edisi terbatas yang dapat digunakan kembali.

“Melibatkan audiens dengan merepost maupun membagikan kembali postingan kreatif bisa meningkatkan engagement mereka.”

Dengan memberikan insentif yang dirancang untuk audiens dan mendorong ekspresi kreatif, Starbucks menciptakan percakapan di sekitar brand mereka. Selain itu, Starbucks sukses mengumpulkan ribuan foto pelanggan melalui media sosial. Pada saat yang sama, mereka menunjukkan bahwa mereka benar-benar menghargai pelanggan mereka.

Cara lain untuk meningkatkan visibilitas brand di media sosial adalah dengan iklan sosial yang memperluas jangkauan brand dan memengaruhi pelanggan potensial. Walaupun seringkali, iklan media sosial yang ditayang di layar kaca hanya menonjolkan 1-2 sisi saja. Namun, dengan memasukkan UGC dalam iklan, Anda dapat meningkatkan konversi karena lebih baik berbaur dengan konten di sekitarnya.

3. Berikan Layanan

Mengangkat ulasan pelanggan sangat penting untuk menyoroti nilai-nilai brand kamu dan memberikan layanan pelanggan yang baik. Kenapa? Karena layanan pelanggan sangat penting untuk pertumbuhan bisnis ketika kamu mempertimbangkan fakta bahwa setiap pengalaman kegagalan, brand kehilangan rata-rata 65% dari pendapatan yang akan mereka peroleh dari pelanggan yang terpengaruh selama tahun berikutnya.

“Meski anjlok di penjualan, UGC ampuh menaikkan kembali pamor yang sudah melekat pada sebuah brand.”

Meskipun ulasannya negatif, ini tidak selalu hal buruk. Ulasan kritis di situs web menunjukkan bahwa brand kamu jujur dan transparan. Ini merupakan kesempatan untuk membiarkan pelanggan kamu mengetahui sisi lain dari brand. Faktanya, 30% konsumen mengatakan bahwa mereka akan kembali ke brand setelah melihat bagaimana bisnisnya meningkat. Menanggapi ulasan negatif secara bersamaan memungkinkan kamu membuka percakapan dengan pelanggan dan menunjukkan kepada mereka yang tertarik bahwa kamu menghargainya.

Bicara mengenai kepercayaan, jumlah followers yang kamu punya memiliki manfaat penting. Sebab, hingga sekarang akun bisnis online kamu bisa dinilai memilili kredibilitas jika jumlah followersnya banyak. Katakanlah sekitar puluhan hingga ratusan ribu. Lalu bagaimana jika followers kamu tidak mencapai jumlah tersebut

Follow by Email

Popular Posts

adv