SIRAWANG.COM: Kisah Sukses Pria Yang Keluar Dari Militer Dan Memutuskan Berjualan Es Batu expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Monday, February 25, 2019

Kisah Sukses Pria Yang Keluar Dari Militer Dan Memutuskan Berjualan Es Batu

Setelah bertahun-tahun mengabdikan hidupnya sebagai seorang anggota militer, pria ini justru memilih untuk membuka sebuah usaha berjualan es batu. Ya, pria dengan nama Andi Sudirman, tidak bisa membendung tekadnya untuk bergerak di bidang bisnis, yang diakuinya didapat dari sang ayah.
Di akhir masa abdinya sebagai anggota militer, Andi berpangkat sersan mayor TNI Angkatan Darat. Namun semua itu harus ia lepas lantaran niatnya berjualan es batu kristal. Memang, pada awalnya banyak orang yang meragukan bisnis ini namun pada akhirnya Andi pun sukses membuktikan bahwa ia mampu meraih banyak keuntungan dari bisnis ini.
Dengan berjualan es batu kristal ini, Andi mampu memenuhi kebutuhan berbagai rumah makan, restoran, cafe, dan tempat lainnya. Menariknya, lewat air beku ini, Andi mampu meningkatkan pendapatan setiap tahunnya.

Sudah memiliki jiwa bisnis sejak kecil
Keputusan Andi untuk meninggalkan militer dan beralih menjadi pengusaha bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak kecil Andi sudah sering diajak berjualan ikan oleh sang ayah, Syariffudin. Dari sinilah jiwa enterpreneur Andi sudah terbangun sejak kecil. Bahkan, ia pun sudah pernah merasakan berjualan es batu batangan di pasar, di kampung halamannya.
“Saya dulu juga pernah berjualan es batu batangan ketika kecil. Dan akhirnya saya terpikir untuk melanjutkan serta mengembangkan produk es batu ini saja, namun dengan konsep yang lebih modern sehingga memiliki nilai yang lebih tinggi,” ujar Andi.
Awal mula berbisnis
Andi juga mengaku bahwa ia memberanikan diri untuk membuka usaha berjualan es batu kristal ini dengan modal dari menggadai BPKB mobil milik saudaranya pada tahun 2011 yang lalu. Dari hasil menggadai tersebut, ia pun mendapatkan modal sebesar Rp 40 juta untuk membeli sebuah mesin pencetak es batu kristal.
Di awal usahanya, Andi hanya mampu memproduksi sekitar 180 kg es batu kristal per harinya sekaligus merangkap sebagai orang yang mengantar produk tersebut. Kala itu, dengan jaringan bisnis yang masih terbatas Andi harus menawarkan es batu lewat cara door to door.
“Awalnya memang sulit, tidak ada yang mau membeli es batu saya, bahkan es saya sampai meleleh di perjalanan, karena waktu itu saya mengantar menggunakan sepeda motor,” tambahnya.
Berkat mental serta didikan pantang menyerah yang ia dapat dari militer, membuat Andi mampu terus bertahan mencari pelanggan baru untuk usahanya. Terbukti, ia mendapatkan pelanggan pertamanya dengan total 6 pak es per harinya dan masing-masing pak berisi 10 kg es batu kristal.
Bisnis yang mulai dikenal luas
Semakin hari, pelanggan Andi pun semakin bertambah dan bisnis yang ia jalankan semakin dikenal di wilayah tempat ia tinggal. Alhasil, Andi harus berupaya meningkatkan kapasitas produksi yang ia miliki. Andi memutuskan untuk mengembangkan usahanya dengan menggunakan modal yang lebih besar untuk membeli mesin baru yang mampu memproduksi 1 ton es batu kristal per harinya.
Masih di tahun yang sama, Andi memutuskan untuk sekali lagi memperbesar produksinya. Kali ini, ia mencoba untuk meminjam modal dari Bank. Hingga akhirnya di tahun 2013, ia membeli sebuah mesin cetak es batu baru seharga Rp 552 juta yang mampu memproduksi sekitar 4 ton per harinya.
Setelah berhasil meningkatkan produksi es batu nya, Andi mencoba meningkatkan operasionalnya, salah satunya dengan membeli beberapa unit mobil pick up untuk mengantar pesanan es batunya tersebut.



Kesuksesan yang diraih saat ini
Setelah beberapa tahun menekuni usahanya tersebut, akhirnya Andi mampu mencetak sedikitnya 3,5 ton es kristal per harinya. Dengan nama usaha Es Kristal Pandawa, Andi berhasil mendapatkan pelanggan mulai dari pedagang minuman di kelas kaki lima, hingga restoran yang menggunakan standar internasional.
Sementara untuk kegiatan operasional, ia kini sudah memiliki satu truk, satu buah mobil grand mobil box, serta tiga motor khusus pengangkut es batu.
“Kini saya sudah memiliki reseller di kota Samarinda dan sekitarnya. Sekarang saya sudah memiliki pelanggan tetap dari restoran-restoran yang ada di mall, salah satunya seperti KFC yang memang membutuhkan es kristal dengan standar khusus,” tandas Andi.
Salah satu yang menjadi keunikan sekaligus keunggulan dari Es Kristal Pandawa milik Andi adalah bentuk yang menarik serta jaminan higienis dan steril. Tak tanggung-tanggung, Andi mengaku setiap bulannya harus melakukan uji kimia di setiap hasil produksi pabrik miliknya.
Jadi, bagaimana dengan Sobiz, tertarik kah untuk memulai bisnis es batu seperti ini? Segera bergabung bersama komunitas SmartBisnis sekarang juga untuk mendapatkan informasi terupdate seputar peluang usaha, trik dan tips mengembangkan usaha, hingga pinjaman modal mudah untuk mengembangkan usaha yang dimiliki.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi

Follow by Email

Popular Posts

adv