SIRAWANG.COM expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Saturday, November 2, 2019

Sukses di Indonesia, ini 7 potret rumah sederhana Jirayut di Thailand


Namanya mulai dikenal setelah ia mengikuti ajang Dangdut Academy Asia 4 Indosiar.Nur Luthfiana Hardian

foto: Insatgram/@jirayutdaa4official


Brilio.net - Jirayut Afisan Jehderamae atau yang akrab disapa Jirayut merupakan salah satu penyanyi dangdut Tanah Air. Namanya mulai dikenal setelah ia mengikuti ajang Dangdut Academy Asia 4 Indosiar. Jirayut merupakan sosok selebriti yang berasal dari Thailand. 

Di usianya yang masih 18 tahun, Jirayut sudah menjadi sosok yang dikenal masyarakat Indonesia, terutama bagi pecinta musik dangdut. Setelah tak lagi menjadi peserta kontes dangdut, Jirayut didapuk menjadi presenter  D'Sta bersama Gilang Dirga, Ramzi, dan Irfan Hakim.

Kesuksesannya ini tentu tak diraih Jirayut dengan mudah. Banyak hal harus ia korbankan, termasuk jauh dari keluarga tercinta. Selama di Indonesia ia diketahui tinggal di sebuah apartemen. Tapi seperti apa sih sebenarnya kediaman Jirayut di kampung halaman?

Daripada penasaran, simak langsung beberapa penampakan rumah Jirayut seperti rangkuman brilio.net dari akun YouTube @Arfan jirayut pada Jumat (16/8).

1. Beberapa waktu lalu saat libur lebaran Idul Adha, dirinya sempat pulang ke Thailand.


2. Dalam channel YouTubenya, kakak Jirayut yang bernama Arfan pernah menunjukkan penampakan rumahnya di Thailand.

3. Rumah Jirayut yang ada di Thailand sangatlah sederhana.

4. Sukses menjadi selebriti di Indonesia, ternyata tak ada potret mewah terlihat pada rumah Jirayut ini.

5. Di rumah Jirayut itu ada 3 buah kamar yang tersedia. 2 kamar dipakai oleh saudara perempuan Jirayut dan satu lagi diperuntukkan bagi dirinya. Sedangkan Arfan tidur di ruangan depan.

6. Bahkan rumah yang Arfan tunjukkan itu sudah pernah direnovasi oleh Jirayut.

7. Selama ini pria yang dijuluki Baby Boy itu tinggal di rumah bersama keluarganya.

Wednesday, October 30, 2019

Tanaman porang

Iles-iles atau porang (Amorphophallus muelleri Bl.) adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus. Karena masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur, iles-iles sering kali dirancukan dengan kedua tanaman tersebut.


Pertelaan botaniSunting

Terna tahunan, dengan penampilan tahap vegetatif dan generatif bergantian dan berbeda.


Tahap vegetatif tampak sebagai daun bercabang-cabang dengan "batang" lunak. Batang sejati tidak ada, hanya berupa umbi yang selalu berada di bawah permukaan tanah. Umbi tunggal, tidak membentuk anakan umbi, mengandung pati yang komposisinya didominasi oleh mannan; warna umbi kuning cerah, menjadi penciri yang membedakannya dari suweg yang warna umbinya putih.

Tangkai daun tunggal utama yang seringkali dianggap "batang" oleh awam, tumbuh tegak, lunak, halus permukaannya bila diraba, dan berwarna hijauatau hitam berbelang-belang putih[2]. Tangkai daun tunggal pada ketinggian tertentu (dapat mencapai 1,5 m) menjadi tiga cabang sekunder dan akan mencabang lagi sekaligus menjadi tangkai helai daun.[2] Pada setiap pertemuan batang akan tampak tonjolan berwarna cokelat kehitam-hitaman yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif [2] (disebut bulbil). Adanya bintil ini menjadi pembeda penting iles-iles dari suweg[3].

Bulbil porang, berupa tonjolan berwarna gelap.

Bunga muncul apabila simpanan energi berupa tepung di umbi sudah mencukupi untuk pembungaan. Sebelum bunga muncul, seluruh daun termasuk tangkainya akan layu. Bunga tersusun majemuk berupa struktur khas talas-talasan, yaitu bunga-bunga tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga. Kuntum bunga tidak sempurna, berumah satu, berkumpul di sisi tongkol, dengan bunga jantan terletak di bagian distal (lebih tinggi) daripada bunga betina. Struktur generatif ini pada saat mekar mengeluarkan bau bangkai yang memikat lalat untuk membantu penyerbukannya. Pemekarannya berlangsung sekitar tiga hari.

PenyebaranSunting

Iles-iles ditemukan mulai dari Kepulauan AndamanIndia, menyebar ke arah Timur melalui Myanmarmasuk ke Thailand dan ke Indonesia [4]. Tanaman ini dapat tumbuh di sembarang tempat seperti di pinggir hutan jati, di bawah rumpun bambu, di tepi-tepi sungai, di semak belukar, dan di bawah aneka ragam naungan.[4]


Untuk mencapai produksi umbi yang tinggi diperlukan naungan 50-60% [4] Tanaman ini tumbuh dari dataran rendah sampai 1000 m di atas permukaan laut, dengan suhu antara 25-35 °C, sedangkan curah hujannya antara 300–500 mm per bulan selama periode pertumbuhan.[5] Pada suhu di atas 35oC daun tanaman akan terbakar, sedangkan pada suhu rendah tanaman ini mengalami dormansi.[5] Iles-iles tumbuh tersebar di hutan-hutan atau di pekarangan-pekarangan, dan belum banyak dibudidayakan.[6] Seperti suweg, iles-iles dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu pada kondisi liat berpasir, strukturnya gembur, dan kaya unsur hara, di samping juga memiliki pengairan baik, kandungan humus yang tinggi, dan memiliki pH tanah 6 - 7,5.[4] Tanaman obat ini mudah ditemukan di pulau Jawa dengan habitat semak-semak yang tumbuh dalam siklus tahunan dan dapat tumbuh hingga mencapai satu meter.[7]

ManfaatSunting

Manfaat iles-iles terutama untuk bidang industri dan kesehatan, karena kandungan glukomannan pada tepung umbinya.[8] Iles-iles merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia.[9] Selain mudah diperoleh, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen yang tinggi.[9]Umbinya besar, dapat mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadupadankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisionaldan modern.[10] Tepung iles-iles dapat digunakan sebagai bahan lemagar-agarmitahukosmetik, dan roti.[8] Tepung iles-iles juga bermanfaat menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik.[11] Iles-iles sebagai serat pangan dalam jumlah besar dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti kankerusus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, dan kencing manis.[11]Di Filipina umbi iles-iles sering ditepungkan sebagai pengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti[12]. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat iles-iles telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, misalnya dalam pembuatan mi instan[13


Heboh Anggaran Lem Aibon Rp 82 M, Anies: Sistem Digital tapi Tidak Smart



 

Anies Baswedan (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020 ramai dibahas, salah satunya anggaranlem Aibon senilai Rp 82 miliar yang menjadi pertanyaan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa sistem anggaran DKI Jakarta saat ini sudah digital, tapi tidak smart. Akibatnya, masih ada masalah penganggaran selama bertahun-tahun. 

"Iya, jadi sistemnya sekarang ini sudah digital, but not a smart system. Itu hanya digital aja, mengandalkan orang untuk me-review. Itu sudah berjalan bertahun tahun. Karena itu ini akan diubah, tidak akan dibiarkan begitu saja. Let's do it in a smart way," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019). 

Baca juga: Anies Akui Ada Anggaran Aneh: Keren Sih Marahin Anak Buah, tapi...

Menurut Anies, sistem yang smart bisa mengoreksi kesalahan memasukkan data. Dengan demikian, kemungkinan munculnya anggaran yang aneh akan bisa dikurangi
#lemaibon #aniesbaswedan

Follow by Email

Popular Posts

adv